Pilihan

Jembatan Penghubung Antar Desa Di Abad Putus

Senin, 27 Maret 2017 : 19.24


Banjir di Sungai Wolwal, Kecamatan Abad (17/03/2017. foto Anis)
T2NEWS.CO.ID-Alor, sejak puluhan tahun akses jalan ini di buka, sejak itu pula sungai Desa Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya ini menjadi penghubung antar belasan desa di wilayah Kecamatan Alor Barat Daya. Sebut saja Desa, Wolwal Tengah, Wolwal Selatan serta desa-desa lain wilayah pegungungan Probur. Sejak dijadikan sebagai sarana penghubung antar desa, belum ada jembatan yang dibangun di atas Sungai Wolwal ini.

Sudah belasan tahun banjir jalan penghubung antar desa ini belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah, bahkan tidak sedikit kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) baik Kabupaten Alor, maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga DPR RI yang melintasi sungai ini untuk melakukan reses dan kegiatan dewan lainnya. Namun, sungai yang dijadikan jalan ini tetap saja masih seperti semula.

Tidak hanya kalangan dewan, jalan ini juga menjadi sarana akses perekonomian bagi warga masyarakat di wilayah kecamatan Abad. Melalui jalan ini juga para pedagang kaki lima yang hendak menjual barang dagangan mereka ke pasar Lola (setiap hari kamis) mengalami hambatan karena harus berhati-hati atau bahkan terpaksa harus mendorong sepeda motornya untuk melintasi sungai ini.

Beberapa sumber di Alor menyebutkan, terhambatnya pembangunan jalan ini karena minimnya anggaran (APBD) di Kabupaten Alor. Sebab pembangunan jembatan ini diperkirakan membutuhkan anggaran miliaran rupiah.

Belum lama ini terjadi banjir di sungai ini, akibatnya sempat menimbul kerugian materi. Warga yang melintasi di sungai Wolwal ini harus mengeluarkan uang belasan rupiah untuk menyewa penduduk sekitar guna menggotong sepeda motor serta barang bawaan mereka.

Jembatan Desa Morba, Kecamatan Abad yang putus (sumber : facebook/Welem Maniyeni)
Tidak hanya keresahan melawati sungai wolwal, warga Desa Morba, Desa Pintu Mas dan desa lain yang masih di dalam wilayah Kecamatan Abad juga turut mengalami hal yang sama. Seperti yang terjadi pada putusnya jembatan yang menghubungkan Desa Moramam dan Desa Morba ini pun sudah bertahun lamanya belum mendapat sentuhan rekontruksi.

Hingga setiap musim hujan dan banjir, warga yang melintasi sungai ini terpaksa harus menggotong sepeda motornya yang di bantu warga sekitar. (devis karmoy)

0 komentar:

Berita Terbaru