Pilihan

6 bulan Warga Kalabahi Krisis Air Bersih

Sabtu, 22 April 2017 : 02.20
Lasarus Kafomay bersama mobil plat merah yang sering digunakan untuk menjual air bersih kepada warga Kota Kalabahi (foto. anis)
T2NEWS.CO.ID, Kalabahi-Warga masyarakat Kota Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur sejak enam bulan terakhir mengalami krisis air bersih. Pasalnya air yang selama ini di kelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) guna memenuhi kebutuhan warga Kalabahi dan sekitarnya untuk mandi, cuci dan kakus (MCK) tidak lagi mengalir seperti semula.

Akibatnya warga kesulitan dan terpaksa harus membeli air melalui mobil tangki, dengan harga satu mobil tangki senilai Rp.100 ribu.

Santer warga menyebut, air bersih yang selama ini menjadi sumber pendapatan bagi Perusahaan Daerah Kabupaten Alor ini mengalami penyumbatan di beberapa saluran pipa. Namun, hingga saat ini belum dilakukan pemeliharan secara teknis.

Dari hasil liputan www.t2news.co.id yang berhasil menemui salah seorang warga Batunata, RT 10, RW V, Kelurahan Nusa Kenari, Kecamatan Teluk Mutiara, Lasarus Kafomay dengan nada kesal mengatakan sudah enam bulan ia kesulitan mendapatkan air bersih, hingga terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan uang mendapatkan air bersih.

“Kami warga Kota Kalabahi semenjak bulan oktober 2016 sampai dengan saat ini selalu saja Kehausan. Karna air dari PDAM yang sudah tersalur belasan tahun sampai dengan saat ini masih saja mengalami kepincangan,“ cetus Lasarus Kafomay saat ditemui, Kamis (20/04) lalu.

Lasarus meneruskan seharusnya air yang mengalir tiap saat ini, mulai mengalami kemacetan sejak enam bulan terakhir. Bahkan air hanya mengalir saat-saat tertentu, itu pun hanya satu bulan sekali.

Kakek sapaan akrab "Opa" Lasa ini menyebutkan bahwa untuk mengantisipasi kekurangan air bersih, ia bersama warga lain harus membeli air, “maka kami warga sekitar membeli air tangki dengan harga seratus ribu rupiah per tangki.” Sebut warga Batunata dikediamannya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur PDAM Kalabahi, Marten Mapada saat dikonfirmasi di kantornya membenarkan adanya penyumbatan dalam pipa. Plt Direktur PDAM Kalabahi ini menyebutkan penyebab macetnya air bersih selama ini karena faktor Zat Kapur.

(klik juga: Ini Penyebab Warga Kalabahi Krisis Air Bersih)

“Pipa tersumbat karena (ditutupi) zat kapur (sepanjang) kurang lebih 1 kilometer.” Ucap Marten.
Terkait upaya perbaikan, Plt Direktur PDAM Kalabahi menyebutkan saat ini pihaknya sedang melakukan upaya pembersihan. Sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat air dapat mengalir dengan lancar. (davidsonkarmoy)

0 komentar:

Berita Terbaru